Selasa, 30 Juni 2015

Ramadhan Blog Post Challenge : Tradisi Buka dan Sahur Bersama



Assalamualaikum Wr Wb!

Setelah bulan lalu, sempat istirahat dari dunia blogger dan bahkan tidak sempat untuk mengikuti May Blog Post Challenge (Tapi, setelah ini saya akan tulis May Blog Post Challeng dan posting di blog ini kok, biar berasanya ikutan, hihi). Kali ini, saya kembali, Insya Allah I'm back for good. Walau tidak bisa serajin dahulu yang #1Day1Post, tapi sekarang akan lebih sering muncul lagi dengan berbagai info-info yang gak karuan, postingan curahan hati terselubung, dan Insya Allah tentang kehidupan baru sebagai mahasiswa baru :)

Alhamdulilah ya, IHB Blog Post Challenge kali ini temanya benar-benar dekat dengan kita sebagai muslim dan muslimah (hihihi.. barang kali ada ikhwan yang ikut baca gitu :D)

Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhari Muslim)
Sesuai dengan kutipan hadits di atas, saya rasa tidak ada lagi kaum muslim dan muslimah yang tidak menunggu hadirnya bulan ramadhan ini, bukan?  Sesempurna apapun seorang muslim dan muslimah, pasti tetap ingin mendapatkan ampunan atas dosa yang telah dan yang sekarang. Iya, kan?

Namun, selain ampunan dosa, amal yang berlipat ganda dan segala keuntungan lain yang bisa menjadi bekal di akhirat nanti, ada beberapa hal yang sering saya tunggu-tunggu ketika ramadhan mendekat. Yaitu.. tradisi buka bersama dan sahur bersama.

Buka bersama dan sahur bersama dengan keluarga saja rasanya sudah nikmat minta ampun, tahun ini saya terus membayangkan buka dan sahur yang akan saya laksanakan di ramadhan tahun depan (Insya Allah..), saya sudah harus menjadi anak kost, pasti suasanya akan sangat berbeda. Karena itu, saya terus mensyukuri nikmat sempat yang Allah SWT berikan ini. Readers juga jangan lupa yaa untuk disyukuri nikmat sempat bisa sahur dan berbuka dengan keluarga :) Syukur-syukur, ada yang baru saja merasakan sahur dan berbuka di rumah mertua, hihihi. Insya Allah saya menyusul 5 tahun lagi untuk sahur dan berbuka di rumah mertua *aduh* hehehehe..

Namun, selain buka dan sahur bersama keluarga, tentu ada saja ajakan dari teman-teman untuk buka dan sahur bersama. Mulai dari teman SD, teman SMP, teman SMK, teman satu ekstrakurikuler sampai teman komunitas di luar sekolah. Alhamdulilah.. saya sudah mendapat ajakan dari mereka semua di hari ke-13 ramadhan ini. Walaupun yang terlaksana baru satu, dan yang satu terpaksa saya tolak karena waktu yang bersamaan.

Entah kenapa, saya begitu menyukai momen buka dan sahur bersama, bukan masalah makanannya, bukan masalah apa-apanya, tapi adalah masalah kebersamaannya.

Hari Sabtu, 27 Juni 2015 lalu, saya baru saja melaksanakan Buka dan Sahur Bersama CHAYO Squad di rumah saya. Eh bukan, di rumah orang tua saya, hehe. Bukan rumah mertua ya. Keluarga CHAYO Squad ini tidak terlalu banyak, seandainya bisa lengkap ada 12 personil ditambah ibu Shanti sebagai pembina, namun sayang hanya 10 personil yang datang dan ibu Shanti.. lupa tidak diberi kabar. Duh.. payah ya ini panitianya. Panitianya siapa? Saya sendiri, hehehe.

Acara dimulai dengan kedatangan mereka satu persatu, ada yang aneh-aneh minta dijemput segala karena naik bus dan turun di alun-alun kota (rumah saya sekitar 3 menit dari alun-alun kota, bayangkan tuh dekatnya minta ampun padahal..), apalagi yang ikhwan tuh, haduuuh.. ribet banget sampai harus di telpon-telpon karena tidak jelas keberadaannya dimana. Setelah semua berkumpul acara selanjutnya adalah foto bersama, sayang.. saya terlalu sibuk menyiapkan karpet dan kawan-kawan sehingga jarang bisa ikut foto bersama mereka. Yah, saya tuh memang selalu begini, last minute girl sekali, apa-apa disiapkan ketika sudah terlalu dekat. Kalau dulu kata teman saya, The power of kepepet. Hihihihi..

Foto bersama sebelum buka, Ada yang tak terlihat, dan ada dua makhluk ngeblur di belakang, hihihi

Kebetulan sekali, setiap malam minggu rekan kerja yayasan ayah saya juga buka bersama di rumah sebelum melaksanakan acara tarawih keliling, jadi bisa dibayangkan kondisi rumah saya yang super ramai dong. Karena itu, teman-teman saya pun mulai saya giring masuk ke rumah, supaya keadaan lebih terkondisi :D

Mereka mulai bercerita ini itu, saya? Hanya mendengarkan sambil sibuk mulai mengeluarkan takjil, minuman, dan berbagai cemilan. Saking seriusnya mereka ngobrol, sampai-sampai suara sirine tanda waktu berbuka tidak terdengar sama sekali. Yah.. jadi sedikit terlambat deh bukanya. 

Setelah itu, yang tidak boleh tertinggal adalah shalat maghrib berjamaah. Dengan imam asli Klampok rasa Arab, hahaha. Maksudnya? Alhamdulilah teman saya yang satu itu adalah seorang (calon) hafiz Al Quran, bacaannya itu lho, bikin minder sekali, udah gitu waktu rakaat kedua saya (jujur) tidak tahu surat apa yang dia baca. Pernah dengar rasanya, namun tidak hafal suratnya. Ya, maafkan saya deh :')

Selesai shalat, kami melanjutkan acara makan bersama. Berkali-kali ada yang nyeletuk, "makan aja makan. Gak usah ngobrol." Tapi pada akhirnya pasti ada yang ajak ngobrol lagi. Saking semangatnya saya menanggapi cerita teman, tidak terhitung berapa kali saya tersedak. Duh, kebiasaan emang saya gitu. Susah diem, hehehe..

Selesai sudah makan, kembali cerita sambil berfoto-foto ria, godain sana-sini, bahkan ada mas dan mbak yang duduk berdua di sebrang rumah saya, gelap-gelapan lagi pacaran, kita godain dari rumah, teman saya yang laki-laki bahkan membuat ide konyol, "Mayo dewek mrana! Njegong nang jejere, usahan ngomong apa apa. Li wonge lunga dewek." (Artinya.. Ayo kita kesana. Duduk aja di sebelahnya, tidak usah bicara apa-apa. Nanti orangnya pasti pergi sendiri. Duh, lucu kalau di bahasa Indonesia kan :D) 

Terlalu larut dalam cerita kenangan dan rencana masa depan, Tak terasa waktu tarawih tiba, saatnya tarawih bagi para akhwat sedangkan yang ikhwan izin pamit untuk pulang. Sempat ada kejadian penyitaan helm dan jaket oleh saya, karena saya menahan mereka untuk pulang. Kenapa? Belum puas rasanya bertemu. Apalagi dengan teman saya yang (calon) hafiz Al Quran itu, rasanya berapa tahun belum bertemu, padahal dulu kami sahabat dekat sekali, dia sudah seperti kakak laki-laki yang selalu mendengarkan adiknya. Tapi, yah bagaimana lagi, mereka memang harus pulang dan setelah itu saya pun menangis sendiri karena.. karena.. belum sempat foto bersama teman saya yang (calon) hafiz Al Quran itu, hahaha. Aneh kan? Aneh lah.. Ssst.. sudah abaikan deh.

Lalu bagaimana kisah setelah tarawih? Haduh, pokoknya rame tuh.Kami ke alun-alun kota, muter-muter tanpa arah tujuan, bikin ribut ****mart alun-alun, makan late night snack sambil curhat, tidur jam 12, jam 3 harus bangun lagi untuk sahur, setelah sahur jangan lupa shalat subuh berjamaah, habis itu kita ber 8, tidur-tiduran sambil menonton video-video dubsmash Banjarnegara. Eh ini rahasia yaa.. saat mereka nonton video, sebenarnya saya malah tertidur, hihihihi. Ya gimana lagi, saya kurang tertarik dengan hal semacam itu. Dan akhirnya mereka pun pulang... hiks hiks hiks..

Momen semacam ini lah yang selalu saya rindukan dari bulan Ramadhan, ketika saya bisa berkumpul dengan orang-orang tercinta namun tak pernah lalai terhadap-Nya. Karena itu, saya sedikit pilih-pilih soal acara buka bersama maupun buka dan sahur bersama. Kenapa? Saya khawatir jika acara tersebut diadakan di tempat yang nantinya malah hanya berisi hiburan-hiburan semata saja, lalai terhadap-Nya. Kejadian semacam itu sudah pernah saya lakukan di masa lalu, lalai shalat maghrib, shalat isya terlambat, tidak tarawih, malah bermain petasan. Menyesal? Ya.. Penyesalan memang datang terlambat yaa :')

Jadi, bagi saya tradisi buka dan sahur bersama yang sangat ramai dilakukan di Indonesia ini, tidak ada salahnya, asalkan... jangan lupa dengan shalat maghribnya, syukur-syukur sebelum berbuka ada kultum atau sebagainya, jangan lupa setelah berbuka kita memiliki kewajiban untuk shalat isya dan syukur-syukur bisa tarawih bersama atau bahkan tadarus bersama, dan kalau ada sahur bersamanya jangan lupa shalat subuh yaa :) 

Duh sebentar.. jadi sedih nih gara-gara nulis ini. Karena pertemuan kemarin juga merupakan perpisahan tidak terencana karena setelah lebaran saya dan teman-teman sudah berpisah ke berbagai tempat yang berbeda-beda. Doakan kami ya, supaya dilancarkan dalam meraih masa depan. Semangat kuliahnya untuk Zahro, Sofia, Priyanti, Anggit dan saya (lho wkw). Semangat bekerja untuk Samsul, Anggita, Welinda, Eka, dan Wili. Semangat belajar untuk persiapan SBMPTN tahun depan, Rinis. Semangat mendalami agama dan menghafal Al Quran, Rizki. :) Semoga yang belum diterima kuliahnya atau kerjaannya bisa segera diterima ya kawan. 

Nah, jadi inilah salah satu momen terbaik bagi saya selama ramadhan! Bagaimana dengan kalian? Yuk share tulisan kalian tentang ramadhan dan idul fitri lalu jangan lupa ikutkan tulisan kalian dalam Ramadhan Blog Post Challenge oleh Indonesia Hijab Blogger!

Semoga bisa di ambil pelajaran ya dari tulisan saya ini. Yang baik datangnya dari Allah, yang buruk datang dari saya yang hanya manusia biasa. Mohon ingatkan saya ya jika ada yang salah :)

Wassalamualaikum Wr Wb :)

Mamas Rizki dan Abang Samsul, bersama Annual Book angkatan kami :D


Sebelum pulang, sempatin foto bareng di kamar walau ada yang udah balik duluan

Mencoba foto bersama, teuteup ada yang tak terlihat, hisss -_-

Walau muka saya dan eka kepotong, gapapa deh. Hiks. Tahun lalu ketika buksaber kami juga foto seperti ini di ****mart yang sama lho :D



2 komentar:

  1. bener banget ya mba, moment bukber itu hal yang paling ditunggu ketika ramadhan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. Karena buka bersama cuma bisa dilaksanakan saat ramadhan saja *eh.. hihi :)

      Terima kasih ya sudah berkunjung ^^

      Hapus